“ Kamu
cantik banget..”puji Dicky.Aaaa, nge-fly.
“Makasih..Yaudah, yuk berangkat sekarang.Takut
kemaleman.”bales gue sambil keluar rumah.Pas gue mau buka pintu mobil,
tiba-tiba Dicky langsung bukain pintunya buat gue.
“Silahkan
tuan putri…”kata Dicky.
“Ihh, apa
deh ky..”bales gue sambil masuk ke mobil. Akhirnya Dicky masuk mobilnya dan
langsung berangkat ke cafē langganannya Dicky.Di jalan, gue sempet dibuat
melting sama Dicky.
“Kok kamu
cantik banget sih?”tanya Dicky.
“Bisa
banget sih ky..”jawab gue sambil nutupin muka malu gue.Secara, dibuat melting
gitu loh..Aaaaa
“Aku
serius lohh..”kata Dicky.
“Udah
ah..Konsen nyetir dulu, nanti nabrak gimana?”bales gue.
“Iya
deh..”bales Dicky.Setelah beberapa menit, yaa kira-kira 15 menit, akhirnya gue
sama Dicky nyampe di satu cafē yang menurut gue keren.
“Silahkan
tuan putri…”kata Dicky sambil ngebukain pintu buat gue.
“Makasih…”bales gue sambil turun dari mobilnya Dicky.
“Udah yuk, kita langsung masuk aja..”kata
Dicky sambil ngerangkul pundak gue.
“Yuk..”bales gue sambil ngerangkul
pinggangnya Dicky.Yaa, beginilah gaya rangkulan kita berdua.Pas gue masuk,
ternyata Dicky udah nyiapin tempat khusus buat kita ber-2.Akhirnya gue sama
Dicky langsung menuju mejanya.Beberapa menit habis duduk, kita langsung pesen
minum.Kita berdua pesen lemon tea.Selesai mesen, kita ngobrol2 dan gue sempet
digombalin sama Dicky.
“Ky..”kata gue.
“Yaa?”bales Dicky.
“Eh, gak jadi deh..”kata gue.
“Loh, kenapa gak jadi?Ngomongnya aja
kali..”kata Dicky.
“Hmm, gimana ya..Aku malu
tapinyaaa..”bales gue yang masang muka malu plus ragu.
“Udaah, ngomong aja kali..”rayu Dicky.
“Gini loh, aku itu mau..Mau nyanyi.”kata
gue ragu.
“Serius?Kalo mau, Yaudah nyanyi
aja..Tinggal maju ke depan aja kok.”bales Dicky yang kedengerannya semangat
banget.
“Tapi, aku malu ky..Mau nyanyi tapi
malu.”kata gue lemes.
“Udaah, gapapa kok..”bales Dicky
nyemangatin gue.
“Oke, Bismillah..”kata gue sambil berdiri
dan jalan menuju panggung yang gak terlalu tinggi, tingginya kira-kira 1 meter.Pas
gue udah di atas panggung, semuanya langsung merhatiin gue dan perasaan
deg-degan gue muncul.Gue liat Dicky nyemangatin gue dari belakang.
“Selamat malam semuanya, disini saya akan
menyanyikan sebuah lagu yang berjudul About You.Selamat mendengarkan..”kata gue
yang udah siap sama gitar.
“Bodohnya
aku ternyata aku senyum-senyum tak menentu~ tak
sadar diriku ternyata aku sedang melamunkan dirimu~” gue mengawali lagu.
“Mengapa kamu selalu saja kamu penuhi otak
ku~ karena kamu selalu saja kamu
menjajah hati ku~”
“Kamu kamu kamu lagi oh tuhan tolonglah~
can’t stop thinking about, Can’t stop talking about, Can’t stop dreaming about you, about you~”
“Mengapa kamu selalu saja kamu
penuhi otak ku~ karena kamu selalu
saja kamu menjajah hati ku~”
“Kamu kamu kamu lagi oh tuhan
tolonglah~ can’t stop thinking
about, Can’t stop talking about,
Can’t stop dreaming about you,
about you~”
“Kamu kamu dan kamu~ kamu kamu dan kamu, dan kamu lagi~ can’t stop thinking about, Can’t stop talking about, Can’t stop dreaming about you, about you~”
“Can’t stop thinking about, Can’t stop talking about, Can’t stop dreaming about you, about
you~Thinking about you, thinking about, thinking about you~It’s all about you~”
gue mengakhiri lagu yang disambut dengan tepukan meriah dari orang-orang yang
ada di cafē.
“Terima kasih...”kata gue sambil
narok gitarnya dan langsung jalan menuju meja gue sama Dicky.
“Eaaa, suaranya bagus banget..”kata
Dicky pas gue baru duduk di kursi gue.
“Hehehe, suaraku biasa aja
kok.”bales gue malu.Lagi ngoborol sama Dicky sambil minum lemon tea, tiba-tiba
ada yang ngagetin kita berdua.”Hei!!”
Pas gue nengok,
“Lah?Lintang?Bisma?Kok lo berdua bisa ada di sini?”tanya gue bingung.
“Kita ngerayain aniv disini, lo
berdua juga??”jawab Lintang sekalian nanya ke gue sama Dicky dengan suara agak
keras.
“Iya...”jawab gue.
“Wess, bisa ngerayain aniv
ber-empat nihh!”kata Bisma semangat.Saking semangatnya, mungkin bisa kedengeran
sama semua orang yang ada di cafē.
“Haha, iya-iyaa…”bales gue
sama Dicky kompak.Akhirnya kita ber-empat ngoborol bareng, ngobrolin tentang
pasangan masing-masing, Reza sama Felly, termasuk ngobrolin tentang gue nyanyi
tadi.Di tengah-tengah obrolan, tiba-tiba gue ngerasa ada yang merhatiin dari
jauh.
“Fir, nyari siapa dah?”tanya Bisma
bingung sambil ngeliatin gue yang dari tadi nengok-nengok gak jelas.
“Hah?Hmm, gak kok.Gak nyari
siapa-siapa.Gue dari tadi Cuma ngerasa ada yang merhatiin kita dari jauh
gitu..”jawab gue sambil berhenti nengok-nengok gaje.
“Itu kan Cuma perasaan kamu doang
fir..Udah deh, lupain ajaa..”kata Dicky.
“Retweet!”kata Lintang dan Bisma
kompak.
“Iyaa…”bales gue sambil nyender ke
kursi.”Eh, ngomong-ngomong sekarang jam berapa dah?”
“Jam 9 fir, emangnya kenapa?”jawab
Lintang.
“Gapapa..Eh, nge-band nyok di
depan.Sekalian ngehibur orang-orang.”ajak gue.
“Ayooo!”bales Lintang, Dicky dan
Bisma sambil berdiri.Akhirnya kita naik ke atas panggung buat nge-band.
“Selamat malam, kami disini akan
membawakan sebuah lagu yang berjudul Tentang Mimpiku.Selamat
mendengarkan..”kata gue yang udah siap di tempat vokalis.Lintang udah siap sama
keyboard, Bisma udah siap sama Gitar, dan Dicky juga udah siap sama drumnya.
“Aku
bermimpi, Tentang hari ini~Disaat kita berdua, Slalu bersama~” gue mengawali
lagu.
“Dan
bila nanti Kau ingat kembali~Masa-masa inilah, Yang akan kita kenang selalu~”
“Kau
tak sendiri, Ku slalu bersamamu~Temani aku, Sampai habisnya waktu~”
“Aku
berjanji, Sampai tua nanti~Akan selalu ada, Jika kau butuh~”
“Dan
bila nanti, Dunia tak mengerti~Berpalinglah padaku, Tempat teraman untuk
dirimu~”
“Kau
tak sendiri, Ku slalu bersamamu~Temani aku, Sampai habisnya waktu~Biarkan saja
hidup tak mudah, Asal kau selalu ada~”
“Kau
tak sendiri, Ku slalu bersamamu~Temani aku, Sampai habisnya waktu~ Kau tak
sendiri, Ku slalu bersamamu~Temani aku, Sampai habisnya waktu~”
“Biarkan saja hidup tak mudah, Asal kau selalu
ada~Bersamaku~Bersamaku~Bersamaku~Bersamaku~” gue mengakhiri lagu yang disambut
dengan tepukan meriah orang-orang yang ada di cafē.”Terima kasih…”
Akhirnya
gue sama yang lainnya turun dan balik ke meja.Lagi ngobrol-ngobrol bareng,
tiba-tiba ada cewek yang nyamperin kita ber-empat.Kalo diliat dari bajunya sih,
kayaknya manager cafē ini.
“Kalian
yang tadi nyanyi di panggung itu kan?”tanya cewek yang umurnya kira-kira 20
tahunan.
“Iya..Ada apa ya?”jawab gue sekalian nanya.
“Sebenernya sih gak ada apa-apa.Saya Cuma mau berterima kasih aja sama
kalian.Soalnya kalian mau ngehibur orang-orang yang ada di sini.”kata cewek itu.
“Sama-sama…Kita juga seneng kok bisa ngehibur banyak orang.Itung-itung bisa
nambah pahala, Hehehe…”bales Bisma.
“Hmm,
oke deh.Selamat ngerayain aniv ya..Saya Tinggal dulu, Selamat malam.”kata cewek
itu dan langsung pergi.
“Loh,
kok dia bisa tau kalo kita ngerayain aniv?”tanya Dicky bingung.
“Entahlah-__-“jawab gue, Lintang dan Bisma barengan.
“Mungkin dia peramal kali, bisa tau segala hal..”kata Bisma sambil
ngelanjutin minum minumannya dia.
“Ato
mungkin dia denger yang kata tadi lo ngagetin kita berdua?Ya nggak??”tanya gue
mastiin.
“Eh,
bener juga yak!Tadi kan kita berdua ngomongnya keras.Hehehe, peace!”jawab
Lintang.
“Iyee..Lagian sih, lo berdua ngomong kayak di hutan.Hahaha..”bales gue sambil
ketawa.
“Emang
gue orang utan apa fir?Hahaha..”kata Lintang sambil ketawa juga.
“Oh
iya, pulang yook!Udah jam setengah 10 nihh..”kata gue sambil berdiri
“Oke,
eh, gue sama Fira pulang duluan yaa, bye..”kata Dicky sambil berdiri.
“Sip!”bales Lintang sama Bisma barengan.Akhirnya gue pulang dianterin Dicky.Di
jalan, gue ngobrol2 sama Dicky.
“Eh,
aniv yang ke 2 bulan nanti itu pas di hari ultah aku looh..”
“Oh iya
ya..Kamu kan lahirnya tanggal 26 September.”
“Nanti
aku mau ngebuat party.Kan sweet seventeen, Hehehe”
“Aku
mah udah sweet seventeen-an bulan Juni kemaren.Coba aja aku udah ketemu kamu,
pasti aku ngerayainnya sama kamu juga.”
“Udaah,
pokoknya kita bakal seneng-seneng di sweet seventeenku nanti, keokeee?”
“Okee!”
Akhirnya sampe juga di rumah gue.Sebelum gue turun, gue sempetin bilang ke
Dicky.“Hati-hati ya di jalan, good night.Love you ganteng…”
Dicky ngebales omongan gue, “Iya, good night too…Love you too cantik.” Akhirnya
gue keluar dan mobl Dicky pelan-pelan pergi ninggalin garasi rumah gue.Pas gue
buka pintu, gue ngeliat Izza sama Ilham lagi ngobrol di sofa ruang tamu.
“Za,
gimana anivnya?Lancar gaak?”tanya gue.
“Lancar
dong kaaak..”jawab Izza sambil senyum terus ngerangkul pinggangnya Ilham.
“Oalah,
oke deh.Kakak naik duluan yaa, bye.”kata gue.Akhirnya gue naik ke atas, masuk
kamar, ganti baju, cuci kaki & tangan, ngeluarin bb dari tas, tiduran di
kasur.Saking capeknya, gue ketiduran dan posisi tidur gue gak ngenakin
banget.Gak pake bantal, sebagian kaki gak ke kasur, dan gak pake selimut.
Paginya, gue bangun jam setengah 6 lewat 10 menit.Gue bangun, sikat gigi, ambil
wudhu, turun ke bawah, sholat, naik lagi ke atas.Untung hari ini gak sekolah,
jadinya gue bisa santai-santai di rumah.Lagi enak-enak tiduran sambil nonton tv
di kamar, tiba-tiba kak Rafa masuk ke kamar gue dan langsung loncat ke kasur
gue.
“Ih,
kak!Apa banget deh, nanti kalo kasur aku rusak gimana?”kata gue kaget sambil
duduk.
“Ehehehe,
maaf deh..Dek, bantuin kakak yukk!”bales kak Rafa.
“Hadehh, bantuin apalagi kaaaak?”tanya gue dengan nada males.
“Bantuin pilih baju sama latihan vocal.”jawab kak Rafa.
“Beeeuhh, males aah kak...”kata gue sambil balik tiduran.
“Aaaaah, ayok laaah dekk..”kata kak Rafa sambil narik tangan gue.
“Kaaak-___-“bales gue sambil jalan keluar dalam keadaan tangan ditarik sama kak
Rafa.Udah kayak kambing aja dah-__-
“Zaaa,
bantuin aku dongg..”teriak gue dari bawah.
“Bantuin
apa kak?”saut Izza dari depan pintu kamar kak Rafa.
“Lah,
udah dibawah toh!Neh, bantuin kak Rafa pilih baju.”kata gue.
“Kaak,
aku ini habis milihin baju buat kak Rafa.Masa’ iya milihin lagi?”bales Izza.
“Laah?Ih, kak Rafa.Kan udah ada Izza, aku naik aja yaa..”kata gue sambil jalan
ke arah tangga.
“Dek,
tunggu!Kan kamu Belum bantuin kakak latihan vocal..”bales kak Rafa sambil narik
tangan gue dan jalan ke ruang music.
“Hhhh,
iya iyaa…Bawel banget deh kak.”kata gue bete.Akhirnya gue nemenin kak Rafa
latihan vocal.1 jam berlalu, tiba-tiba ada bunyi bel.Pas gue bukain, ternyata
kak Wenda!
“Kak
Rafaaa, ada kak Wenda niihhh..”teriak gue dari ruang tamu.Kak Wenda yang
duduk di sofa Cuma bisa geleng-geleng kepala sambil ketawa sedikit.
“Haa?Demi apa?Cecee, tunggu bentar yaaah…”bales kak Rafa sambil teriak kak Rafa
dari dalem ruang music.
“Kak,
kakak itu dipanggil cece ya sama kak Rafa?”tanya gue ke kak Wenda sambil duduk
di sampingnya.
“Iya,
sayang..Terus, kakak manggil Rafael itu cocoh.Hehehe…”jawab kak Wenda sambil
senyum.
“Oalah..Unik banget kak..Eh, tuh kak Rafa udah keluar.”kata gue sambil nunjuk
kak Rafa yang baru keluar dari ruang music.
“Eh,
ce..Sorry ya lama nunggunya..”kata kak Rafa sambil duduk di depannya cece *ups,
maksudnya kak Wenda.
“Iyaa,
gapapa kok coh..Oh iya, udah latihan vocal belom?”tanya kak Wenda.
“Udah
sihh, tapi belom tuntas.Lebih enak lagi, kalo latihannya bareng ama kamu ce,
yukk!”jawab kak Rafa sambil ngulurin tangannya ke kak Wenda.
“Yuk!”kata kak Wenda sambil jalan menuju ruang music, pegangan tangan sama kak
Rafa.
“Kaak,
aku naik dulu yaa..”teriak gue sambil lari ke atas.Pas gue ngelewatin kamarnya
Izza, gue ngedenger ada suara buku dilempar, pulpen sama pensil dilempar, tas
sekolah dibanting.Akhirnya gue mutusin buat masuk ke kamarnya Izza, dan pas gue
masuk…..
“Ya
ampun, Izzaaaa! Ini apa-apaan?Kamar berantakan banget.Udah gak mau punya
kamar?”saut gue dari pintu kamarnya Izza.
“Aku
lagi kesel kaak!Kesel sekesel-keselnyaa!”kata Izza sambil ngelemparin bantal
sama guling ke lantai.
“Ya
tapi kesel kenapaaa?Cerita dong…”tanya gue sambil masuk ke kamarnya Izza.Gue
sempet hampir jatoh gara-gara kepeleset sampul bukunya Izza.
“Jadi
gini loh kak, aku diceritain sama Devi.Katanya, ada yang majang foto aku lagi
dicium pipinya sama Ilham di mading sekolah.Dan anak-anak yang hari ini masuk
ekskul udah pada ngeliat foto itu.Sebentar lagi, satu sekolah bakal rame
ngomongin tentang foto itu!!”jelas Izza sambil mukul bantal yang lagi dia
pegang.
“Loh,
kok bisa?Emang siapa yang nge-foto?”tanya gue heran.
“Ya gak
tau kaak, tapi yang jelas dia itu pingin ngebuat aku malu!”jawab Izza.
“Udah,
mendingan sekarang kamu sabar aja..Hari senin nanti, aku bakal cari tau siapa
yang moto kamu sama Ilham.”kata gue sambil berdiri.
“Iya
kak..”bales Izza sambil tiduran di kasur.
“Aku ke
kamar dulu ya, jangan lupa diberesin nih kamarnya.Kamar cewek kok berantakan
banget.”kata gue sambil jalan keluar dan masuk ke kamar gue.Sampe kamar, gue
langsung ambil baju, mandi.Gue mandi kira-kira setengah jam.Yaa, sekalian
konser gitu dehh…
Pas gue
keluar, gue kaget karna ada kak Rafa sama kak Wenda.Mereka berdua lagi duduk di
kasur gue sambil nonton tv.”Loh, ada kak Rafa sama kak Wenda tohh…”
“Hehehe, kakak Cuma nganterin Wenda ke sini.Dia mau ngobrol sesuatu sama
kamu.”kata kak Rafa.
“Ooo,
Yaudah..Kak Rafa keluar gih, hush..”kata gue sambil ngedorong kak Rafa.Sadis
bet yakk?
“Eeeeh,
santai dong fir..Woles gitu bahasa gaholnyaa..”bales kak Rafa soksok gaul.
“Hahaha, udah deh kak..Aku mau ngobrol sama kak Wenda.Kakak itu mengganggu tau
gaak?”kata gue.
“Iyaa..Iyaa, bawel deh..”bales kak Rafa sambil buka pintu kamar gue.
“Iiih,
itu kan kata-kata aku kaak!”kata gue sambil duduk di kasur gue.
“Hahaha, Biarin.”bales kak Rafa sambil keluar.Kak Wenda yang ngeliatin Cuma
bisa geleng-geleng sambil ketawa kecil.
“Maaf
ya kak, maklum..Kakak adek yang labil, Hehehe..”kata gue ke kak Wenda.
“Iyaa,
gapapa..Dek, kakak mau curhat nihh..Kata Rafa, kamu itu enak banget buat di
jadiin tempat curhat.Soalnya kamu itu orangnya dewasa, terus bisa ngasih solusi
paling tepat, boleh kan?”kata kak Wenda sekalian nanya ke gue.
“Hahaha, bisa aja sih kak Rafa bilang aku dewasa…Hmm, boleh kok kak.Emang mau
curhat tentang apa??”tanya gue.
“Gini
loh dek..Di kampus, Rafael itu termasuk mahasiswa eksis.Yaa, gara-gara stylenya
sama dia jago nyanyi.Pokoknya, banyak banget cewek yang suka sama dia.Nah,
semenjak mereka tau kalo kakak sama Rafa jadian, kakak sering dapet terror dari
anak-anak cewek yang suka sama Rafa.”
“Ckckck, segitu eksisnya kah kak Rafa?Sampe-sampe disukain banyak cewek.Yaa,
kakak sabar aja..Kakak coba kasih tau ke mereka, kalo mereka masih bisa jadi
temen ato sahabatnya kakak sama kak Rafa.Oh iya, kak Rafa tau kalo kakak di
terror?”
“Nggak
dek, kakak gak enak sama Rafa.Takutnya dia ngerasa bersalah, ato nggak dia bisa
marah-marah ke cewek-cewek yang nerror kakak.”
“Duhh,
beruntung ya kakakku punya pacar kayak kak Wenda.Bisa ngejaga perasaan kak
Rafa.You’re the best kaaak!”kata gue sambil ngerangkul pinggangnya kak Wenda.
“Hehehe, you’re the best too honey..Oh iya, kamu mau gak temenin kakak ke
salon?Buat acara di kampus kakak nanti.Terus, kalo kamu mau ikut juga
gapapa.Sekalian ajak pacar kamu.”
“Hmm,
yuk deh..Kalo dateng ke acaranya, nanti aku bilang ke dianya dulu deh..”
“Sip..”
Akhirnya gue ganti baju pake kaos sama celana sedengkul terus langsung pamit ke
kak Rafa dan berangkat ke salon.Kita berdua berangkat pake mobil kak Wenda,
tapi gue yang nyetir.Nyampe salon, ternyata udah jam 12.
Pas gue
masuk salon, gue ngeliat Lintang lagi duduk di ruang tunggu.Akhirnya kak Wenda
daftar dan langsung masuk ke ruangan salonnya.Gue nyamperin Lintang yang lagi
baca novel sambil duduk senderan.
”Hei!Ngapain lo disini??”tanya gue sambil duduk di sampingnya Lintang.
“Eh,
elo fir!Gue nungguin nyokap, biasa, perawatan-perawatan gitu deh.Gue mah kagak
ngerti.Lo sendiri lagi ngapain disini?”jawab Lintang sekalian nanya.
“Ohh..Kalo gue lagi nganterin sekalian nungguin pacarnya kak Rafa.Katanya dia
mau ada acara di kampusnya, terus dia mau ngurusin rambutnya itu.Yaa, gue mah
sebagai adeknya kak Rafa yang baik, nganterin sekalian nungguin pacarnya ke
salon.”jawab gue.
“Beuuh,
mulai deh muji-muji diri sendiri.Oh iya, udah lama gak ketemu kak Rafa.Apa
kabar dah kak Rafa?”kata Lintang.
“Baik-baik aja..Oh iya, gue juga udah lama gak ketemu sama kak Anisa.Apa kabar
kak Anisa?”tanya gue.Oh iya!Kak Anisa itu kakak keduanya Lintang, Reza sama
Ilham.Kalo kakak pertamanya itu namanya kak Angel.Tapi, sekarang dia udah
menikah.Dan kata Lintang, dia sekarang tinggal di Semarang.
“Baik-baik ajaa…Eh, kak Anisa kan sekampus sama kak Rafa!”kata Lintang.
“Oh iya
ya..Eh, lo ikut dong ke acaranya..Gue diajak sama kak Wenda soalnya.”kata gue.
“Kak
Wenda?Siapa dah?Pacarnya kak Rafa?”tanya Lintang.
“Yoyoyy..Ikut yok!”jawab gue.
“Sip
dah!Ntar gue ke rumah lo yak, berangkat bareng.”kata Lintang.
“Keokee
dah!”bales gue.Akhirnya gue sama Lintang ngobrol bareng sampe akhirnya
nyokapnya Lintang sama kak Wenda selesai barengan.Ya, kira-kira jam 3-an lah
selesainya..Lama bet yakk?Di jalan, gue nyetir sambil dengerin radio.Tiba-tiba
ada telfon dari Dicky.Gue angkat dan gue loudspeaker, bodo amat dah kedengeran
kak Wenda.Calon kakak ipar ini, wkwk.
“Halo
cantik…”
“Halo
juga ganteng…”
“Lagi
apa niih?”
“Lagi
nyetir on the way mau pulang, habis dari salon.Ooh iya..Nanti pergi gaak?Kalo
enggak, aku mau ajak kamu ke kampusnya kak Rafa.”
“Yaah,
sayangnya aku gak bisaaa…Aku lagi di Bandung, nengok nenekku yang lagi
sakit.Maaf yaa..”
“Iya,
gapapa kok..Oh iya, get well soon ya buat nenek kamu.Udah dulu yaa, mau konsen
nyetir.Good byee…”
“Iyaa,
Makasih..Good bye too…” Akhirnya gue matiin telfonnya dan narok bb gue di
kantong celana.
“Dicky
gak bisa ikut dek?”tanya kak Wenda.
“Nggak
kak, dia lagi di Bandung.Tapi, nanti ada temen aku mau ikut.Katanya kakaknya
juga kuliah di kampus kakak sama kak Rafa.”jawab gue.
“Oke
deh, sip!”bales kak wenda.Gak kerasa, akhirnya kita nyampe juga di rumah.Gue
sama kak Wenda langsung turun dari mobil, masuk ke rumah gue, naik ke atas,
masuk ke kamar gue dan waktunya buat ganti baju buat ke acara kampusnya kak
Rafa.Tapi, sebelumnya gue dulu yang ganti baju.
Gue
pake kemeja warna orange, celana warna Putih yang panjangnya ¾, jaket Putih,
pake kaos kaki Putih, sepatu all stars warna item.Rambut dikuncir terus pake
kalung rantai.
Beda
sama gue yang gayanya tomboy, kak Wenda pake gaun warna ungu ke pink-pink an ,
high heels warna Putih, gelang ala cewek, anting yang agak panjang, pokoknya
feminin banget!Lagi dandan, tiba-tiba ada yang ngetuk-ngetuk pintu kamar
gue.”Fir, gue boleh masuk gak?”
“Masuk
ajaa..”bales gue sambil teriak.Ternyata si Lintang.”Wesss, mbak bro!Sama-sama
tomboy!”
“Yoi
dong, jarang gue pake gaya feminin.”kata Lintang.
“Ahaha,
sama..Kalo lagi mood doang.Oh iya, Reza kagak ikut?”tanya gue.
“Gak,
dia lagi main bola sama Ilham sama temen-temennya.”jawab Lintang sambil duduk
di kasur gue.
“Ooo..”bales gue.“Kaak, udah selesai belom dandannya?”tanya gue ke kak Wenda
sambil duduk di kasur gue.
“Udah
kok dek, yuk berangkat.”kata kak Wenda sambil jalan keluar dan turun ke bawah.Gue
sama Lintang ngikutin kak Wenda turun ke bawah.Di bawah, udah ada kak Rafa lagi
duduk di sofa ruang tamu sambil nungguin kak Wenda.
“Coh,
berangkat yuk..”kata kak Wenda sambil berdiri di deketnya kak Rafa.
“Cece..Kamu…..Cantik banget!”kata kak Rafa kagum.Eaaaa, ekhemm..
“Ih,
bisa aja kamu coh, Yaudah yuk.Takutnya telat.”kata kak Wenda sambil narik
tangannya kak Rafa.
“Sabar
dong cee, gak telat kok.”kata kak Rafa sambil berdiri dan jalan keluar rumah.
“Zaaa,
aku pergi dulu ya..Pulangnya gak tau jam berapa, bye..”teriak gue sambil keluar
rumah.Gak tau deh Izza jawab ato nggak, kalo jawab gue juga gak tau dia jawab
apaan.
“Fir,
naik mobil elo yak..Gue tadi Cuma di drop sama nyokap.Dia ada arisan di cluster
sebelah.”kata Lintang sambil jalan ke garasi depan.
“Sip
dah, gue yang nyetir yak..”kata gue.
“Sip!”bales Lintang.Akhirnya gue sama Lintang berangkat naik mobil gue.Kak
Wenda sama Kak Rafa naik mobilnya Kak Rafa.Di jalan, kita cerita-cerita tentang
aniv kita kemaren.Dari yang so sweet, sampe yang ketawa-ketawa.
Gak
sadar, udah nyampe di kampusnya kak Rafa.Dan ternyata banyak anak-anak luar
kampus yang dateng ke acaranya.Mungkin, acara itu bisa dibilang pensi.Akhirnya
gue sama Lintang turun dan jalan ke aula kampus, tempat pensi diadain.
Lagi
jalan sambil nyari-nyari kak Rafa, tiba-tiba ada yang megang pundak gue.
“Fira???”
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar